Kitab

Masjid mana yang memiliki perpustakaan yang apik?

Di masjid Nabawi yang mushaf Al Quran-nya melimpah ruah dan tersusun rapi-pun, tidak terlihat kitab tafsir atau kumpulan hadist dipajang bebas…

Kalau ingin membaca Kitab secara gratis ya ke Gramedia…

dulu sih, kalau hanya ingin mencari tafsir satu dua ayat, makna satu dua hadist, masih bisalah googling… Sekarang? Meh!

media online islam sudah semakin acakadut. Masih ada sih yang terpercaya, mengetengahkan pendapat dari masing-masing imam seperti rumaysho.com atau yang bikin hati adem seperti  wisata hati. Tetapi jarang-jarang situs tersebut tampil sebagai hasil penelusuran halaman pertama di mbah google. Yang banyak mah kompasislam, nahimunkar, voaislam, dakwatuna, arrahmah, piyungan yang isinya kalau tidak memuji-muji golongannya ya mengkafirkan ini, mensyiahkan itu.

Quraish Shihab aja, meskipun sudah jelas-jelas mengatakan dirinya bukan seorang syiah, masih tetap dituduh syiah. Dikatakan tafsir beliau keliru. Dicuplik isi buku beliau sedikit disini dan disana, dijadikan senjata untuk meyakinkan pembaca situs atas opininya. Tau aja orang-orang pasti males baca sendiri buku-buku beliau yang tebal dengan font imut2 itu. Akhirnya yah,di kolom komentar  Quraish di kecam, dihujat dibilang laknatullah.😦

Padahal, kalau dipikirkan lebih dalam, siapa sih yang mengatakan Quraish ini seorang syiah? Siapa sih yang mengatakan tafsirnya ngawur?  Siapa ulama yang mengatakannya? 

Kenapa aku mempermasalahkan siapa? Mau ngomong kayak apa aku rasa semua setuju bahwa Quraish adalah ahli tafsir. Faktanya,  Beliau bergelar Doktor tafsir dengan predikat – gak main main nih – Mumtaz. Beliau adalah murid dari syeikh-syeikh yang termasyur di bidang tafsir. Beliau adalah putra dari seorang ahli tafsir. Sedari kecil beliau bergulat dengan al Quran. Maka siapapun yang berani mengatakan Quraish salah, aku rasa harus seseorang yang memiliki pemahaman yang tinggi terhadap Al Quran dan Al Hadist, bukan hanya sanadnya namun juga asbabun nuzulnya, timelinenya, ayat dan hadist pelengkapnya. Betul ga?  Apa bisa seseorang menuduh orang lain salah dalam suatu hal jika pemahamannya sendiri masih dibawah pemahaman si tertuduh? 

Sementara itu, kembali lagi, siapa yang selama ini menuduhkan berbagai kekeliruan terhadap Quraish? Apakah dia seorang yang mumtaz juga? Apakah dia hafal Al Quran? Berapa ribu hadist yang di hafal? Atau jangan jangan si penuduh ini sebenarnya ilmunya juga masih pas-pas, yang bisanya menuduh berdasarkan asumsi yang masih “katanya si anu dan si anu” yang mana “si anu” ini sendiri juga belum jelas kadar keilmuannya atau ga nyampe akalnya untuk mencerna maksud Quraish. Waduh, Hati hati nih :

IMG_2716

Jadi ngomongin Quraish hehehe…

Ya, aku juga tau Quraish ini dekat dengan ulama-ulama syiah. Tapi orang yang masuk ke kandang sapi bukan berarti dia jadi sapi kan? Siapa yang tahu dalam doanya Ia menyelipkan permintaan tulus agar teman-temannya ini diberikan petunjuk oleh Allah… Alangkah mulia bukan?

yooo intinya, kalau sekarang mau nambah ilmu, cari tahu, klarifikasi soal agama, carilah kitab sumbernya, bacalah buku yang jadi kontroversinya, temukan pendapatmu sendiri dari pencarian itu atau bertanyalah pada ulama yang mumpuni. Jangan langsung percaya berita-berita yang tendensius, gak jelas siapa yang menyebarkan dan gak jelas kebenarannya yang sekarang banyak beredar di dunia maya. Apalagi tanpa babibu langsung di kopi trus ikut share ke broadcast messej bbm, ke grup, ke blog, ke twitter, ke fb… Pfff!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s