Teh Manis

Kalian dibuatkan teh manis tiap pagi? Tiap sore? Kami tidak.
Teh manis adalah special treat di rumah ibuk. Kenapa? Karena hanya ada di bulan ramadhan, ketika buka dan sahur. Selain hari-hari itu kami hanya minum teh manis kalau jajan di warung, atau kalau ada tamu. Kopi? Hanya kalau pakde mampir ke rumah. Jadi yaa, ibuk itu irit banget dalam hal belanja gula, sekilo untuk 2 bulan. Jadi yaa, anak-anaknya ngga ngefans2 bgt dengan yang manis-manis. Adek saja setahun belakangan ini minumnya teh hangat tawar kalau pas makan diluar. Tua banget deh pokoknya…

Ibuk memang suka membuat tradisi, sesuatu yang bisa dikenang jauuuh kebelakang. Tapi karena memang ga sabaran bikin kue yang unyu-unyu, akhirnya hal yang sebenarnya biasaa banget semacam teh manis inilah yang ‘dibuat’ jadi istimewa.

Selain teh manis, ada opor ayam kampung yang nikmatnya tralalalala (yang pada suatu pagi lebaran bikin heboh karena basi, padahal belum disantap sama sekali, yang akhirnya anak-anaknya jadi tertuduh, “pasti kalian ngaduk-gaduk setelah selesai dipanasi!”)

Ada sambel goreng istimewa, yang gak seperti sambel goreng lainnya karena berkuah melimpah

ada apem, semacam pancake dari tepung beras yang harus dipanasi kalau mau dimakan.
anyhoo, Jadi yaa, kalau ditanya apa istimewanya ramadhan di rumah ibuk, jawabnya, “ada teh manis”

20140714-090458-32698699.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s