Dilempar Ciduk

Kamu tahu apa itu ciduk? Ciduk itu adalah bahasa jawanya gayung. Jaman aku kecil, aku pernah sekali dilempar gayung. Pelakunya tidak lain tidak bukan adalah embahku sendiri, yang biasanya sunggub amat sangat luar biasa luas samudra kesabarannya dalam menghadapi cucu cewek semata wayangnya ini.

Mbah putriku orangnya kalem, sabar, jago masak, gemati sama putu-putunya. Embahku penampilannya ya kayak embah2 lainnya. Sehari hari rambutnya disanggul cepol, kemana mana pake kebaya dan jarik. Ayu.

embah sedang mandi ketika bulikku yang masih remaja kala itu menantangku, berani nggak ngambil handuknya embah yang disampirke di tembok kamar mandi. Kamar mandi kala itu adalah kamar mandi seadanya disamping sumur, yang belum beratap. jadi kalo handuk disampirkan di tembok, orang iseng bisa ngambil dari luar.

Sebagai anak yang selalu pingin disebut pemberani, aku maju menerima tantangan bulikku itu. Sambil mengendap ngendap aku ambil handuk yang disampirke di tembok. Nah pas ngambil itu terlintas di pikiranku, percuma juga kalau handuknya diambil tapi jariknya gak diambil, embah masih bisa handukan dan keluar pake jarik… Ga seru. Tuh, kelihatan logikaku  dari kecil udah jalan, cuma sering digunakan untuk hal2 yg tidak pada tempatnya, Akhirnya jariknya juga aku ambil. Horee, sukses! Pikirku sambil berlari membawa handuk dan jarik ke dalam rumah.
Dan sesaat itulah,”KLoNThAnG!!” Gayung Alumunium -iya alumunium, bukan plastik- laknat itu jatuh didepanku pas. Hampir kena kepalaku. Disusul kemudian dengan omelan embah yang bernada tinggi,
“Oo, bocah kurang ajar, titenono mengko yen mbahe metu, tak jantur tenan og!” Yang terjemahan lepasnya, awas, liat aja kamu nanti!

Zingg.. Rasanya badan langsung nge-Freeze. Bulikku tertawa cekikikan sambil memberi kode untuk segera mengembalikan handuk dan jariknya.

Epilog:
Handuk dan jarik kemudian aku sampirkan kembali di tembok kamar mandi. Aku berdiri di dekat pintu rumah, menunggu  pasrah dengan muka ditegar2kan, omelan paling panjang yang pernah keluar dari mbah putriku tersayang….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s