Kurasa

Kita begituu berbeda.

Duniaku kecil saja, tak lebih besar dari batas rumput pekarangan rumahku. Disitu aku suka duduk dan termangu, terlena oleh ribuan kata yang selalu menghias pikirku. Atau kadang kala sibuk menyelami peran demi peran yang diantarkan oleh buku- buku beribu kisah ke dalam imajenasi

Aku belum ingin pergi dari dunia kecilku. Belum jenuh, bahkan aku belum tahu berapa banyak belalang yang bersembunyi dibalik batu- batu dan terus menerus mengunyah rumput- rumputku.

Kamu sebaliknya…. Sering aku ternganga melihat luasnya duniamu. Tidakkah kamu takut? Tidakkah kamu lelah mengunjungi sisi demi sisinya? Apakah kamu nyaman dengan semua keterasingan yang kamu temukan disana?

Hidupmu membuatku bertanya tanya. Aku suka.

Kamu, pergilah, bermainlah sesukamu, melompatlah setinggi yang kau bisa diduniamu yang luaaaas itu. Aku akan disini, menjaga pekaranganmu. Setiap pagi, akan kulongokkan kepalaku menatap ujung jalan, siapa tahu ada kamu yang pulang menengokku.

Kurasa tak perlu bagimu terkurung terlalu lama di dunia kecilku. Pun akupun tak keberatan untuk singgah sejenak, sejenak, di dunia besarmu. Kurasa,Dunia kecilku akan penuh sesak jika kau memaksa terus tinggal denganku, aku tak akan suka. Kau-pun tak akan suka langkahku yang terlampau pelan sehingga menghalangimu bergerak cepat di duniamu, kau tak akan suka.

Kau, datang dan pergi saja sesukamu, asalkan jangan lupa, setiap kepulanganmu, kamu harus bawakan aku kisah2 kecil dari dunia besarmu. Sebagai gantinya, kuceritakan hal-hal besar yang terjadi di dunia kecilku.

Kurasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s