This Is My Story : When My Ultimate Dream Comes True :)

2030,

2030, sembilan belas tahun dari hari ini, saya melihat diri saya duduk di salah satu kursi malas yang terletak dibawah jendela-jendela tinggi yang memandikan aula besar itu dengan cahaya matahari. Dengan satu buku di pangkuan dan pandangan menerawang bersyukur atas terwujudnya mimpi-mimpi luar biasa. Jendela-jendela itu membuka ke arah halaman yang dibatasi tembok besar. Tembok raksasa itu bagian dari sejarah kelam Indonesia. Benteng Vastenburg, di tempat itulah fondasi mimpi ini diletakkan.

Halaman benteng itu dialasi rumput, dinaungi pohon-pohon tinggi. Gemercik air dan kicau  burung  terdengar memecah sunyi. Sunyi? Ya, memang sunyi. Namun bukan berarti tak ada orang disini. Kalau diperhatikan mereka akan muncul. Para remaja berkelompok dibawah lindungan pohon rindang. -Oh, salah satu dari mereka adalah  anak saya!- Beberapa anak asyik berdiam dalam rumah pohon, seorang bapak terlihat santai diatas ayunan, sepasang muda mudi duduk nyaman, merendam kaki di tepi sungai buatan.

Mereka ada, tapi tidak bercakap, tidak pula tertidur apa yang mereka lakukan? Ah, lihatlah ke dalam aula besar! Dibawah kubah transparan yang memperlihatkan langit biru, juga diatas karpet-karpet empuk yang menyelimuti lantainya, di setiap jengkal tembok yang tak memiliki jendela, ratusan, ribuan, jutaan buku tertata rapi. Besar, kecil, tebal, tipis. Tempat ini bukan bangunan biasa, tetapi perpustakaan paling nyaman di dunia. Pusat ilmu pengetahuan dimana orang takkan merasa jenuh belajar didalamnya.

Jadi anda sekarang tahu mengapa orang-orang itu diam? Ya, mereka sedang asyik membaca. Dan berdirinya perpustakaan itulah mimpi terbesar saya. -even now, my heart warm just by thinking of it🙂 –

Meskipun demikian, bangunan itu bukan milik saya. Rangka jatinya pemberian, pualam dan marmernya pemberian, setiap jengkal tembok batanya dibangun dari sumbangan para pelajar, pekerja dan pengusaha. Singkatnya perpustakaan ini adalah perpustakaan gotong royong, dibangun diatas asa jutaan penduduk indonesia. Tidak percaya? Lihatlah di aula depan, beratus gambar merekam memori dimana mereka yang tak saling kenal berjabat tangan. Mereka berasal dari berbagai etnis, agama, suku,bahkan kelompok belajar. Mereka bersatu, menjadi bagian dari sejarah, mempersiapkan warisan pengetahuan bagi generasi yang akan datang.

I hope you love my story, for I need it to be spread across the world, to be heard by and inspired people. I know the dream seems impossible, but if people know it, maybe they will start to think about it, and hopefully falling in love with it. By then, this dream will not only be my dream, but also their dream, so there will be a better chance for it to become true. You know what, just like Tony Stark said…This dream is actually not about me. It’s not about you, either. It’s about legacy, the legacy left behind for future generations.

Regards,

Pratita V. Kusuma

5 thoughts on “This Is My Story : When My Ultimate Dream Comes True :)

  1. Impian… bagus banget…😳

    Tony Stark bakal nongol lagi di Iron Man 3 kan?😀

    *ganyambungapaansihsayaini*

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    hehe ada2 aja
    Kalo yang muncul clark kent filmnya jadi supermen dong, bukan ironman,…..

    • bobubaca says:

      maunya sih panjang, tapi kan lombanya mensyaratkan “cerita 200-300 kata” jadi ya hanya bisa segitu dulu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s