My Late Nite Reading Activity, Harry Potter Series

Jenuh! jenuh melihat buku-buku berjudul sama dengan cerita yang sama, terbungkus dalam ilustrasi sampul dan  penerjemah yang berbeda,  tergantung selera penerbitnya. Pun jenuh melihat berbagai harlequin yang menyusup dalam bentuk yg lebih “chic”. Pun jenuh menyaksikan bocah-bocah penyihir  yang seakan  berlomba  dalam “sorcerers idol”  berharap cemas dapat setenar pendahulunya.

So, here i am!  Membongkar rak buku, mencari kesibukan baru

Saya suka sekali membaca buku.  Bukan fakta yang baru ya? hahahah…yah memang begitulah adanya….

Ketiga sosok dalam foto dibawah ini adalah pemandangan  pertama yang saya lihat ketika saya membuka mata pagi ini.  Bukan pemandangan yang langka, karena ketiganya memang hampir selalu  menemani saya menjemput mimpi.

Perkenalkan wahai dunia , kawan karib saya….

Kacamata, lampu membaca dan sebuah buku…

Kacamata, lampu baca dan sebuah buku selalu bersama saya ketika matahari telah jauh terbenam.  Ketika kelelahan yang diciptakan oleh satu hari yang menyenangkan mulai merasuki persendian, melegakan  rasanya bila dapat rebah berbalut selimut  di tempat tidur yang nyaman dengan   hanya diterangi oleh cahaya lampu baca yang menyinari lembar demi lembar halaman buku kesayangan. Sebuah kesenangan kecil ya, sederhana, tapi cukup kuat memberi semangat, bekal menyongsong pagi yang penuh janji.

Oh, buku difoto  itu…Harry potter #7, Deathly Hollow-relikui Kematian. Saya baca untuk…entah keberapa kalinya, mungkin kelima, mungkin juga lebih *ingat2. Seluruh karya JK.Rowling sudah saya baca setidaknya masing masing sebanyak 4x. Saya memujanya, sangat luar biasa kenangan yang ditimbulkannya *senyum. Teringat ketika pertama kali saya membaca HPSS, kenangan perasaan kagum yang dirasakan bocah perempuan 11 tahunan di 1998 itu muncul secara vivid setiap kali membacanya kembali.

Deathly Hollow terbit diakhir masa kuliah saya, menjelang ujian komprehensif lisan yang menentukan kelulusan.  Saat itu tepat satu minggu sebelum ujian, saya mendapatkan kopi ebook Deathly Hollow. Kesalahan besar saya adalah membaca halaman pertama dari ebook tersebut. “Ah, bahasa inggris ini, paling ga betah bacanya!” pikir saya innocent.

Apa yang terjadi setelah perbuatan iseng itu kini menjadi sejarah. Tiga hari dari satu minggu waktu belajar saya yang berharga hilang sudah . Seakan tersihir oleh ebook tersebut saya  lupa Makan, Malas mandi, tergelak oleh kelakuan ron sembari miris apabila teringat bahwa seharusnya saat itu saya belajar! Tiga hari saya membacanya tanpa henti… satu hari setelahnya saya habiskan untuk membujuk orang – orang mendengarkan cerita saya tentang deathly hollow, nihil, tiada yang ingin spoiler, damn! Barulah tiga hari yang tersisa saya gunakan untuk belajar dengan penuh semangat. Disemangati oleh kisah paling apik, masuk akal dan ditulis dengan sepenuh hati. Ketika ujian itu selesai, saya hanya tertegun dan bersyukur melihat hasilnya.

Berkali kali membacanya, jelas dong saya merasa tahu segalanya.. eh ternyata, kemarin sore saya dikejutkan oleh fakta bahwa menurut JK, Hagrid adalah seorang Gryffindor! Holy Cow, saya selalu menganggapnya seorang Hufflepuff!!

 

hadeeeeeh,

bolabunder

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s