Negeri 5 Menara

Kebosanan dalam tingkat mengada-ada! part#5

Jenuh! jenuh melihat buku-buku berjudul sama dengan cerita yang sama, terbungkus dalam ilustrasi sampul dan  penerjemah yang berbeda,  tergantung selera penerbitnya. Pun jenuh melihat berbagai harlequin yang menyusup dalam bentuk yg lebih “chic”. Pun jenuh menyaksikan bocah-bocah penyihir  yang seakan  berlomba  dalam “sorcerers idol”  berharap cemas dapat setenar pendahulunya.

So, here i am!  Membongkar rak buku, mencari kesibukan baru


Tiada kata selain “outstanding” yang bisa saya beri sebagai pujian terhadap karya orang asli indonesia ini!

Kira -kira banyak pemuda yang tergerak untuk mengejar kebahagian dan   menggapai mimpi-mimpi yang terlihat mustahil setelah membaca Negeri 5 Menara?

Berapa pemimpi yang memperoleh tambahan semangat setelah menyadari bahwa    mantera sakti   Man Jadda Wajada -Yang berusaha pasti sukses-bukanlah sekedar  konspirasi alam semesta atau kekuatan pikiran bawah sadar , tapi juga Janji Allah SWT?

Berapa banyak calon2 orang tua yang merasa lega, menemukan fakta bahwasana  di negeri carut marut ini masih ada tempat pendidikan yang mampu menyemai benih-benih kebajikan yang dibekalkan Allah dalam diri anak-anak mereka?

Saya sendiri menjadi iri hati membacanya. Iri, karena kaki dan tangan ini belum juga mau melangkah mengejar mimpi yang makin lama melambung makin tinggi!

Ah, saya ternyata masih senang tertidur dalam kenyamanan😦

salam

bolabunderjenuh

5 thoughts on “Negeri 5 Menara

  1. samaaaaaaa…

    ketika saya membacanya saya iri!
    kemudian bertanya kepada Bapak, mengapa saya tidak disekolahkan disana???

    *kemudian membuat saya dan suami bercita2 untuk menyekolahkan anak-anak kami disana, insyaAllah!

      • ….masalahnya, masih banyak novel yang udah lama saya beli tapi belum dibaca…😥
        Ini daftarnya:
        – “The Broker” oleh John Grisham (baru kali ini baca karya Grisham)
        – “Furin Kazan” oleh Yasushi Inoue
        – “The High Lord”, trilogi The Black Magician oleh Trudi Canavan
        – “Bumi Cinta” oleh Kang Abik, bahkan ini saya belum baca!😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s