Anne of The Green Gables Series

Kalo Anda Malas Membaca celoteh saya, langsung saja ke bagian yang tidak di Quote^^

Saya suka sekali dengan buku buku berseri..

Buku berseri pertama saya adalah G0oseBump(kelas 2 SD), trus lanjut ke lima sekawan, Malory Towers, st.Claire, setelah itu baru Harry Potter, yang setia saya tunggu selama hampir 10tahun.

Jadi ingat, dulu… tahun 1998 pas  kelas 1 SMP,  saya pertama kali bertemu dengan Harry Potter, saat itu buku ini belum begitu terkenal, harganyapun cuma 20rb rupiah, cetakan pertama.  Begitu terpesonanya saya saat itu, sampai saya promosikan buku itu di sekolah, saya tawarkan ke teman teman saya untuk membacanya. Tujuannya…ya supaya  saya punya teman cerita lah. Dan anda tahu apa yang terjadi? Saya ditolak mentah mentah :heeh ..males, tebal, bersambung lagi, gitu katanya..tapi …giliran filmnya udah keluar dan booming! wedewww pada antri panjaaang😛

kejadian yang sama juga terulang ketika saya mempromosikan twilight, meskipun sudah sumpah mati bahwa sekelebatan  sosok edward itu bisa melelehkan hati cewek manapun yang masih normal, tetap … baru2 ini aja banyak yang ngantri untuk membacanya.

Meskipun kelihatan baik hati mau meminjamkan buku buku saya, saya punya satu kejelekan parah…

Saya tidak akan  suka buku yang sudah terlalu populer…begini…

Kalau  sebelum harry potter terkenal ada seorang teman yang berniat membacanya karena mendengar celoteh saya tentang hebatnya J.K Rowling, saya akan dengan benar2 senang hati meminjamkannya. Kemudian saya dengan  tidak sabar akan menunggu esok hari ketika saya bertemu kembali dengan teman itu. Kenapa? Karena saya tahu teman  itu akan menyambut saya dengan antusiasme yang berlebihan, bersemangat mengatakan bahwa buku tersebut memang benar-benar oke dan kami bisa bercengkrama seharian mengagumi Hermione, atau menertawakan Ron.

Saya menikmati masa-masa itu sebagaimana saya menikmati suatu kesuksesan. Itu juga penyebab saya membuat blog ini. Itu juga yang membuat saya sedikit bermalas malasan  apabila meminjamkan buku pada orang yang tertarik karena kepopuleran buku itu. Tidak ada efek kejutannya, toh semua orang sudah benar2 tahu buku itu bagus, istilah anak muda tuh..udah basi!

Oleh karena itu juga…..

dengan segera kedudukan harry potter dihati saya tergantikan oleh Nathaniel dari Trilogi Bartimaeus

dengan segera kedudukan Edward Cullen digantikan oleh Gilbert Blythe dari Annie of The Green Gables

yang mau tahu Nathaniel silahkan clik di sini, sini, sini

yang mau kenal Gilbert Blythe silahkan melanjutkan membaca…

===================================================================

Who the hell is Gilbert Blythe?

Dalam Anne of the Green Gables, Gilbert adalah tandingan yang setara bagi  Anne . Pemuda ini pintar,bintang kelas,  populer, santun dan ganteng,  sedikit usil juga…Nasibnya memburuk ketika is berjumpa dengan Anne yang saat itu menjadi murid baru di sekolah dasar Avonlea, Pulau Prince Edward.

Anne kecil adalah anak yang periang berambut merah dengan hidung yang bagus, diadopsi oleh Marilla dan Mattew dari Green Gables secara tidak sengaja ketika ia berusia 11 tahun.  Imajenasinya luar biasa, jangan heran kalau disaat saat awal anda membaca buku ini anda akan merasa capek mendengarkan celoteh anehnya yang seakan tidak berhenti. Tapi lelah itu  takkan bertahan lama kok. Sekejap kemudian, berani taruhan, anda akan terhanyut dalam dunia Anne yang ajaib, sama seperti warga Avonlea yang sebelumnya begitu tua dan kaku dalam kehidupan  1908. Tak Lama anda akan sama  seperti Marilla yang mulai menyayanginya dan tidak lagi merepotkan diri sendiri dengan menyuruh Anne menahan lidahnya.  Dalam Anne of Green Gables,  lelucon, kesalahan-kesalahan sepele, romantisme kanak – kanak, dongeng dongeng tentang cinta sejati dan realita  menyatu dengan sederhana namun cantik, dibubuhi dialog-dialog keren -yang saya yakin segera anda akan kutip untuk memperkaya status facebook dan twitter anda-. …singkatnya anda akan menemukan kehidupan yang selama ini diam-diam anda rindukan dalam buku ini…

Oh apa tadi? ya..ya..Anne dan Gilbert…nasib  Gilbert memburuk dipagi ia melihat Anne di sekolah. Ketenangannya terusik ketika sadar bahwa Anne tidak menyadari kehadirannya. Gilbert tidak biasa diacuhkan, bahkan kejahilannya kepada anak2 perempuan  tidak bisa membuat kepopulerannya memudar. Anak2 perempuan itu marah, ya, tapi rasanya mereka tidak terlalu berkeberatan dijadikan obyek kejahilan gilbert…dengan postur jangkung, mata coklat cemerlang dan dagu yang bagus, well itu semua bisa dimaklumi….

Apa yang dilakukan Gilbert pada Anne?

Sebenarnya tidak parah-parah amat kok…Gilbert hanya memanggil Anne dengan sebutan Wortel, merujuk pada rambut anne yang merah menyala. Sayangnya Gilbert tidak tahu kalau anne sensitif sekali dengan warna rambutnya. Alamat, batu sabak  yang seyogianya digunakan untuk menulis itupun  pecah menjadi dua oleh kepala Gilbert, karena Anne yang memukulkannya tentu. Parah ya? Kejadian ini membuat Anne dihukum oleh guru kelasnya, berdiri di depan kelas. Kalau sekarang mungkin hukuman itu terdengar biasa saja, tapi dulu, ketika harga diri dijunjung  begitu tinggi, hukuman ini sangat memalukan.  Oleh karena itulah meskipun Gilbert bersikap  Gentleman, membelanya ketika ia hendak dihukum, memohon maaf padanya (permen, apel, mawar, apalagi ya?) lalu menyelamatkan nyawanya, Anne tetap berkeras hati untuk terus menjadikannya musuh.

Nah kan, semuanya realistis di dunia anne…ada pertemanan yang manis, ada pertengkaran yang dahsyat (wkwkwkw bahasanya..dahsyat!!) tapi semuanya tidak berlebihan, tidak lebay seperti sinetron indonesia.  Lagipula pertengkaran itu justru baik untuk anne, kekesalannya pada Gibert memberinya semangat untuk tidak kalah dari Gilbert dalam bidang apapun. hasilnya Ia dan gilbert adalah bintang di sekolah kecil itu dan di Akademi Queen, tempat mereka melanjutkan pendidikan.

Pertengkaran itupun tidak mengganggu kehidupan Anne di Green Gables, seiring dengan datang perginya orang orang di Avonlea Anne menemukan satu per satu belahan hatinya.

Ada Diana Barry sahabat kesayangannya, seorang gadis kecil dengan rambut hitam lebat yang selalu di kagumi Anne

Ada  Miss Josephine Barry tua, yang memuja Anne karena tingkahnya yang sanggup membuatnya merasa kembali muda

ada Mattew yang mewujudkan mimpi-mimpi Anne untuk  memiliki baju baju dengan lengan menggelembung indah

ada Marilla yang tegas, yang menyayangi dan disayangi anne sepenuh hatinya.

dan kalau  anda merasa jatuh hati pada Anne, mungkin anda juga salah satu belahan jiwanya yang hilang…

dan kalau anda merasa tidak rela berpisah dengannya setelah anda mengerutkan kening, khawatir, tergelak gelak tersenyum haru dan , tersipu -sipu sepanjang kisah ini …jangan khawatir masih ada 5 buku lanjutan dalam Anne Of The green gables the series yang dapat memuaskan sisi manis dalam diri anda…

dan dalam  kelima buku it anda bisa melihat kemana akhirnya sang waktu membawa Anne dan Imajenasinya..

dan saya yakinkan  sekali lagi, membaca buku ini adalah suatu hal yang luar biasa…jutaan orang  yang hidup dan membacanya mulai 1908-sekarang, pasti juga akan mengatakan hal yang sama.

regards,

Bolabunder

Note :

terdapat 6  seri Anne yang telah diterjemahkan dalam bahasa indonesia:

1. Annie of The Green gables

2. Anne of  Avonlea

3. Anne Of  Island

4. Anne Of  Windy Poplar

5. Anne’s  House of Dreams

6. Anne of Ingleside

One thought on “Anne of The Green Gables Series

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s