Botchan

Hey People,,

Sunny Sunday it is, not too hot tough…It’s nice and warm and that’s why til now  I’m still in my pajamas :lol

but lemme assure you that  I’ve taken a bath,  this morning okey! not yesterday.

Just in case…


I’m gonna write about BOTCHAN today

in indonesian…

Botchan adalah karya klasik Natsume Soseki, yang katanya adalah seorang penulis kenamaan di negerinya sana. Dibuat di tahun 1906, lima tahun setelah Soekarno lahir.(heh??)

Botchan adalah  panggilan sayang untuk ‘tuan muda’ yang dihiasi rasa sayang dan kedekatan. Tokoh utama novel ini dipanggil Botchan oleh pengasuhnya yang sudah renta, meskipun ia sendiri sudah tumbuh menjadi lelaki dewasa. Nama aselinya malah saya lupa siapa.

Di cover belakang buku disebukan bahwa  BOTCHAN mengisahkan pemberontakan seorang guru terhadap ‘sistem’ di sebuah sekolah desa. Novel ini dinyatakan sebagai novel yang sangat populer, bahkan mungkin merupakan novel klasik paling banyak dibaca di Jepang modern.

Katanya lagi ceritanya dituturkan dengan  humoris.

Saya ngga tau itu benar atau tidak😛 kan selera humor kita  beda dari orang jepang sana.  Yang jelas sih saya nggak tertawa membacanya. Tapi secara keseluruhan novel ini memang cukup menggelitik nurani. Terutama bagian ini:

Di kisahkan si Botchan ini adalah orang  Edo yang mendapatkan pekerjaan sebagai guru di desa pelosok. Nah, sebagai guru baru dan orang edo,  disana dia sering dikerjai murid muridnya. Mulai dari tulisan di papan tulis yang jelas – jelas mengolok olok dirinya sampai puncaknya inside belalang yang dimasukkan ke dalam selimutnya. Botchan marah, sebagai orang edo yang terkenal berterus terang, dia segera  mengintrograsi setiap murid, mencari tahu siapa pelakunya. Tapi murid muridnya cuma bisa menggeleng dan bilang “tidak tahu” Saat itulah Botchan memikirkan hal hal dibawah ini:

‘Sungguh gerombolan yang menyedihkan. Kalau tidak punya nyali mengakui tindakan yang telah mereka lalukan , seharusnya sejak awal mereka urung melakukannya. Sejauh aku tidak bisa menunjukkan bukti, mereka berniat memasang wajah batu dan memungkiri semua kenyataan .

Aku juga melakukan beberapa kejahilan di Sekolah Menengah , tapi ketika para guru bertanya siapa yang bertanggung jawab, selayaknya lelaki aku selalu mengakuinya.Kalau kau melakukan sesuatu, maka kaulah si pelaku, kalau kau tidak melakukannya kau bukan si pelaku. Sesederhana itu.  Meski membuat kekacauan, setidaknya aku selalu jujur. Jika aku berniat berbohong supaya terbebas dari konsekuensi, sejak awal aku tidak akan bertindak. Kenakalan dan hukuman tidak bisa dipisahkan.

Mereka datang ke sekolah, berbohong, melakukan kecurangan dan mengendap endap dibalik kegelapan, melakukan muslihat pada orang , lalu ketika meraka lulus mereka akan berjalan penuh kebanggaan, terjebak dalam pemikiran keliru bahwa mereka telah memperoleh pendidikan. Dasar Sampah Masyarakat!’

Ngerasa nggak? Anak – anak kampung yang di ajar oleh Botchan ini, persis seperti mayoritas pelajar indonesia?(saya juga keknya) Berani, kalau nggak ketahuan.  Hanya mau mengaku nakal  kalau sudah tertangkap tangan atau di sidang di ruang guru berjam- jam.

Ada nggak  bocah nakal yang suatu sore dengan sengaja ngempesin ban mobil kepala sekolah  karena kesal dimarahi, lalu ketika keesokan harinya, saat upacara,  sang Kepsek  bertanya  ‘siapa yang berani berani ngempesin ban mobil saya?!’ si  bocah bandel itu maju dengan dagu terangkat, lalu mengaku ‘saya pelakunya pak!’

Ada ga? Kalau ada pasti gurunya melongo dulu deh. Trus teman temannya, kalo ngga kagum ya bakal membatin ‘ bego banget!’

Trus tadi, apa kata Botchan untuk orang orang yang tidak jujur untuk menghindari konsekuensi?

Ya, Sampah Masyarakat!’

Salam,

Bolabunder

Pingin punya anak badung tapi jujur






3 thoughts on “Botchan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s