Jenuh, Lima Sekawan dkk

Hullo, selamat pagi dunia…

Akhirnya puya sedikit semangat untuk kembali menulis, setelah sebulan lalu menglami kejenuhan tingkat tinggi. Saya jenuh dengan hidup, bosan, tiap hari bangun kesiangan pada jam yang sama, terburu-buru mandi bebek,  ngebu

t pake motor  agar ndak telat kekantornya.  Dikantor, Ketemu orang – orang yang sama, ngobrol hal yang itu -itu juga. Sore – s

ore waktunya pulang , ngoceh sama anak – anak kos, mau maen bingung kemananya, ya udah mending baca buku sampai  tidur aja.. Huff…… mau jadi apa masa mudaku😛

Tapi sekarang rasanya kangeeeen banget dengan waktu – waktu itu. Secara saya sudah mulai kuliah lagi. Jadi Jadwal sore saya untuk saat ini adalah  pulang kantor, ganti baju, kuliah, trus buka puasa. Sampai di kos pukul sebelasan malam, masih punya peer pula! Sekarang mau maen game saja rasanya susah beneeer, istilah kerennya “ndak a

da waktu!” cieh!

Tapi saya hepi loh, rasanya hidup ini lebih hidup. Setiap hari belajar hal yang baru, saya bisa merasa bangga dan keren karena memanfaatkan waktu saya di dunia ini dengan lebih bermanfaat 🙂

Saya juga sudah mulai membaca lagi -yup, sebelumnya juga sempat jenuh membaca, gile bgt deh!- sayangnya, jumlah novel a

sik kok menyusut yah. Saya masih malas baca buku yang berat berat -maksudnya buku yang tebal, kalau buku serius sih, 2 detik juga ketiduran-

Saking nggak ada refrensi mengenai buku apa yang bagus saat ini, saya kemaren -plus minus semingu lalu-  beli Famous Five alias Lima Sekawan, childish ya!

eeh, ndak childish

juga sih, Lima Sekawan itu novel sepanjang masa. Ndak akan usang meski tahun terus berganti. Saya ingat saat pertama saya mengenal serial ini. Waktu saya masih SD, toko buku yang ada di Sala cuma satu, itupun ndak gedhe, nama tokonya  Sekawan. Di situlah saya mendapatkan novel Lima Sekawan pertama saya, Seri #1 berjudul Di Pulau Harta, yang membelikan Ayah. Di antara Lima sekawan, saya paling suka dengan Julian -dalam bayangan saya Julian pasti ganteng he6- dan iri sama George -masak dia punya pulau sendiri!-

Sekarang kalau melih

at lima Sekawan nangkring di rak buku, jadi suka senyum sendiri,  Mengingat masa kecil…   Betapa saya ingin jadi bagian dalam kelompok mereka. setiap saat bertualang, pasti seru kan punya hidup seperti itu! Buat saya Ju, Dick, George, Anne dan Timmy itu lebih hebat dari Supermen. Mereka itu superhero saya waktu kecil.

Melihat Lima sekawan juga jadi ingat Ayah. Yang dulu tiap kali pergi bersama selalu membekali diri dengan Silver Queen dan teh kotak

, duo yang selalu jadi menu spesial untuk membujuk saya kalau tiba – tiba rewel di jalan . Yang dulu rajin mbeliin buku dan Bobo yang mengakibatkan semua anaknya pakai kacamata dan lupa segalanya kalau lagi asyik membaca. Yang sampai sekarang masih suka bawel kalau anaknya membaca sambil tiduran. Yang sekarang asik banget kalau di ajak bertengkar….hehehe….

Ugh…jadi ngelantur ke

mana mana….udah ah

byee

bolabunder

p.s harganya sekarang di gramed Rp 20.000,- per buku….ga bikin kantong kering boow!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s