The Spiderwick Chronicles #1

Well, i shoulda apologize, saya lupa judul buku satu ini . Buku dapat minjam sie, tapi kalu ga salah ada kedengarannya mirip sama ‘paduan lapangan’ gitu.
Buku satu ini isinya seputar kepindahan keluarga Grace – Mom, Malory, juga si kembar Simon dan Jared- ke rumah baru mereka pasca perpisahan Mr. dan Mrs. Grace. Pada kenyataannya rumah baru yang merupakan pinjaman dari salah satu bibi keluarga Mrs. Grace ini tidak baru – baru amat. Ada sedikit tumpukan debu disini, sebagian dinding mengelupas disana, Tangga berkeriut di setiap lantai, sarang laba – laba di setiap sudut dan bocor hampir di seluruh ruangan. Dengan bahasa lain, rumah itu bobrok!
Weit tunggu dulu, biar bobrok ternyata rumah ini menyimpan misteri! yah, pasti begitukan! Sejak hari dimana Mal dan Simon membersihkan dinding dari sampah aneh -perca, kepala boneka, guntingan suratkabar- mereka selalu diganggu dengan kejadian-kejadian parah. Simon dicubiti saat tidur, entah oleh apa sampai seluruh tubuhnya memar, rambut panjang Mel diikat ke tiang tempat tidur, dapur menjadi amburadul ketika malam tiba. Sedihnya Mom menyalahkan Jared untuk semua kenakalan itu, -hanya karena Jared satu – satunya yang pernah berkelahi di sekolah- Untung ada Simon yang tetap mempercayainya.
Titik terang mulai tampak ketika Mal, Simon dan Jared menemukan perpustakaan rahasia di salah satu menara rumah kuno itu. Dilanjutkan penemuan sebuah sajak yang membawa Jared menyusuri rumah dan akhirnya menemukan buku besar – paduan Lapangan- karya Arthur Spiderwick. Dalam buku itulah semua kebenaran terungkap. Apa – apa yang berada di sekeliling rumah itu tercatat dengan rapi dalam buku Arthur, namun ternyata kebenaran itu harus dibayar mahal, malapetaka mengincar setiap makhluk pemegang buku tersebut.

Ceritanya bagus, penokohannya oke, ilustrasinya lumayan, tiap anak punya ciri khas, makhluk gaibnya hampir sama dengan cerita lain, ada boggart, troll, goblin de el el, tapi cuma namanya aja kok yang sama, karakternya jelas beda -selalu begitu yak!-
lhah pokoke meskipun kisah sejenis udah sering di terbitkan, trus tulisane segede jagung and bukunya tipis, tetep asik kuk membacanya, menghibur. I just can’t put my finger where, pokoke lebih enak dibaca dibanding magyk.
satu catatan lagi terjemahanne pretty good ….
Saya juga suka salinan surat anak – anak Grace, bikin ceritanya lebih terasa nyata…
buku 1
*kesimpulan : worth buying (meskipun saya ngga beli hi6)

salam, bolabunder

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s