Tantangan Sang Naga – Perusak Dongeng yang Saya Suka

Adakah yang memiliki buku ini?

Well well saya yakin jumlah yang ngaku punya bisa saya hitung dengan jari sebelah tangan saya. Yo iya o, wong bukunya sama sekali ngga best seller, wong saya nemunya nggak sengaja di bagian diskon gramedia Blok M niatnya nyari Laskar Pelangi, tapi habis wee, yang untuk mencapainya harus berbecek becek. Meskipun demikian saya merasa beruntung menemukan buku ini, sudah hampir setahun saya caRI di gramedia sini sana, ngga ada yang masih punya stoknya.

Maaf belum bisa menampilkan gambarnya, saya googling ga ada yang muncul. Itu buku malang banget nasipnya . Yang jelas Tantangan Sang Naga sampulnya warna hijau, penerbitnya Kaifa, Pengarangnya Patricia, termasuk dalam seri ‘Kisah – Kisah di Hutan Pesona’, sampulnya gambar naga dan Sang Putri Cimonere. Biarpun Nggak best Seller, dan harganya cuma 20 rebu, buku ini adalah salah satu buku yang paling berharga yang saya miliki. Dan saya bangga memilikinya!.

Ceritanya??

Once Upon a time di kerajaan bla bla bla lupa ee hiduplah seorang putri bernama Cimonere. Putri ini lain dari biasanya, dia lebih suka belajar seni bermain pedang dan sihir dibanding seni jenis lain, misalnya seni menjerit apabila diculik oleh naga jahat, atau ekspresi terkejut ketika seorang pangeran membangunkanmu dari tidur panjang dengan memberi kecupan dan cara mengucapkan pertanyaan, ‘Siapa Kau, dimana aku?”

Untuk mengatasi kenakalannya, sebuah perjodohan telah direncanakan, tapi namanya juga Cimonere, dia memilih untuk melarikan diri ke sarang para naga, dan menawarkan diri untuk menjadi pelayan mereka, suatu hal yang aneh karena dilakukan untuk menghindari pernikahan. Soalnya di Jaman Cimonere Hidup, pangeran yang berubah jadi kodok itu ketinggalan jaman, dan peristiwa penculikan putri oleh naga memang sedang nge-trend , tapi bukan untuk menghindari pernikahan. Raja – Raja mengijinkan putrinya di culik karena mereka sudah dewasa tapi belum ada yang melamar, Jadi perlu di culik oleh naga untuk menaikkan popularitas mereka.

Disingkat lah ceritanya, si Cimonere ini akhirnya diterima menjadi pelayan Kazul, salah satu naga bersisik Hijau yang tinggal di Pegunungan Pagi. Tugas pertamanya adalah menyiapkan makanan puding saus cokelat satu ember dan merapikan lemari penyimpanan harta milik Kazul yang berantakaaaaan banget. Disamping itu Cimonere juga sibuk mengusir Pangeran – Pangeran yang memaksa menyelamatkannya.

Suatu hari ketika Terandil, mantan bakal calon suaminya, datang ingin menyelamatkannya untuk kedua kalinya (saat pertama Terandil membatalkan niat karena baru ada delapan pangeran yang datang ingin menyelamatkan cimonere, menurut Terandil jumlah itu belum cukup banyak) dengan bodohnya mereka membuka botol berisi Jin, dan mereka diancam dibunuh…lalu bagaimana kelanjutannya? saya males ah nulisnya, yang mau pinjam boleh bilang sama saya.

Pokoknya, bukunya bagus, para pemimpi wajib memiliki satu, penyihir – penyihir yang jorok juga harus punya, biar kalian ngerti bahwa kebersihan itu memang penting sekali bagi keselamatan jiwa raga kita. Contohlah Morwen, si penyihir yang cinta kebersihan. Buat para pembenci penyihir, jangan lupa air sabunnya ditambah perasan jeruk lemon….

Salam sayang,

bolabunder

2 thoughts on “Tantangan Sang Naga – Perusak Dongeng yang Saya Suka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s