The Golem’s Eye – yang kedua dari Trilogi Hebat Bartimaeus

The Golem’s Eye Ini buku kedua, lagi-lagi salut pertama teruntuk disigner sampul yang keren. Sebagai pemberitahuan awal saja, kebo biru aneh yang dengan pedenya nampang di cover itu bukan si Golem tapi Barty yang lagi niat untuk tampil gagah perkasa entah kenapa sampai sekarang saya tetap membayangkan barty sebagai sosok kurus kering ceking , dan batu lonjong yang dibawanya itu adalah mata golem yang sebenar – benarnya.

Jadi apakah itu mata golem? di buku ini , golem pertama kali disebutkan di bab Prologue: Prague, 1868, atau dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar berarti Prolog: Praha 1869. Yep buku ini memang diawali dengan prolog Si Barty mengenai perang besar mempertahankan Praha dari serangan Inggris pada tahun 1868. Saat itu Barty berjuang di pihak Praha, melawan pasukan Inggris yang dipimpin oleh William Gladstone, penyihir terhebat sepanjang sejarah, pahlawan kerajaan Inggris yang konon memiliki satu – satunya tongkat berkekuatan sihir luar biasa. kebanyakan tongkat sihir lainya adalah, mengutip kata-kata barty, aksesori yang dibuat untuk kesenangan para penyihir, sama halnya dengan segala macam batu yang di sebut philosopher stone, atau dalam US Inggris disebut sorcerers stone atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan batu bertuah . Nah, di Bab pertama ini saya sudah dibikin terkikik – kikik geli dengan kekonyolan si Barty yang narcissnya ngga ketulungan, yang ternyata memang hanya sekedar narciss..lah pokoknya gituh!

Golem muncul lagi untuk kedua kalinya secara tersurat karena belum ada yang tau kalau itu Golem dalam bab ke tujuh kalo ga salah, dalam sudut pandang Simpkin, imp yang melayani Mr. Sholto Pinn. Dikisahkan saat itu muncul sebuah entitas besar yang diselubungi awan hitam yang merusak sederetan toko termasuk toko Mr. pinn yang tidak di kenali di plane manapun. Selanjutnya nama Golem akan muncul terus menerus dalam pembicaraan sepasang love birds kesayangan kita, Nat dan Barty.

Apa Kabar Nathaniel? Well, little Nat yang jenius sekarang sudah berusia 14 tahun, dikenal semua orang sebagai Mr. John Mandrake, Penyihir termuda di Kementerian sihir yang menjabat sebagai Asisten Menteri Urusan Dalam Negeri. karier Natty di pemerintahan melesat dengan bantuan master barunya, Jess Whitwall dan sedikit nepotisme dari , tak kurang, Sang PM Inggris sendiri. Sekarang, Ia bertanggung jawab penuh atas perburuan terhadap gerombolan Resistance yang untuk Nat berarti tiga nama, Kitty, Stanley dan Fred, anak-anak jalanan yang mencuri cermin pengintai pertamanya. Nat sekarang lebih ambisius, dan tertekan. Selalu ingin terlihat hebat di mata PM untuk mempertahankan jabatannya, yah dengan jumlah orang sirik yang begitu banyak, apalagi yang bisa terjadi?? penampilannya juga berubah loh, nih ya deskripsinya menurut Stroud:

By now, he was fourteen years old,
taller by a head than when he had returned the Amulet of Samarkand to the
protective custody of a grateful government; bulkier, too, but still lean-framed,
with his dark hair hanging long and shaggy around his face after the fashion of the
day. His face was thin and pale with long hours of study, but his eyes burned hot
and bright; all his movements were characterized by a barely suppressed energy.

dan menurut Barty yang meng – observasi segera setelah Ia dipanggil:

I regarded him bleakly in my turn. His face still had the old pale and hungry look,
or at least the bit I could see did, since half of it was curtained by a veritable
mane of hair. I swear he hadn’t been within a mile of a pair of scissors since I’d
last set eyes on him; his locks cascaded around his neck like a greasy black
Niagra.
As for the rest, he was less weedy than before, true, but he hadn’t so much
gotten bulkier as been clumsily stretched. He looked as if some giant had grabbed
his head and feet, yanked once, then gone off in disgust: his torso was narrow as
a spindle, his arms and legs gangly and ill-fitting, his feet and hands quietly
reminiscent of an ape’s.
The gangly effect was heightened by his choice of clothes: a swanky suit, so tight
it looked as if it had been painted on, a ridiculous long black coat, dagger-sharp
shoes, and a flouncy handkerchief the size of a small tent hanging from his breast
pocket. You could tell he thought he looked terribly dashing.

Yep, barty memang kacau, tega, Gitu -gitu Nat fashionable tauk!

Jadi, pekerjaan Barty dan Nat di buku ini adalah mengejar Golem dan menemukan siapa orang di belakang kemunculan si Golem. Saya ceritani yah:

Bahwa golem itu adalah entitas sihir yang sifatnya berkebalikan dengan jin, Ia bisa menyerap kekuatan jin yang berada di dekatnya, makanya banyak teman Barty yang musnah. Golem hanya bisa dihentikan jika manuskrip sihir yang di letakkan dimulutnya diambil. Sedangkan Mata Golem yang menyerupai mata ketiga dewa Erlang di Sun Go Kong adalah benda yang digunakan penyihir untuk mengendalikan golem, kelak ketika seseorang berhasil mengambil manuskrip sihir di mulut golem, entitas itu akan berjalan kembali ke tuannya untuk mengembalikan matanya, sebelum ia sendiri musnah. Dengan cara itulah nantinya Nat bisa mengetahui master dari sang Golem.

Nat ketiban tugas itu karena orang- orang di pemerintahan penyihir yang cuma bisa ongkang -ongkang dan menjatuhkan dakwaan seenaknya percaya bahwa hal ni adalah pekerjaan Rasistance, dan Rasistance adalah tanggung jawab Nat. Untuk menuntaskan misinya, Nat, ditemani dengan terpaksa oleh Barty pergi ke Praha, kampung halaman Golem. Disinilah Affection diantara Nat dan Barty itu terlihat dengan jelas.. Praha bagi Barty adalah kenangan masa lalu yang gemilang, ibu dari sihir di dunia. Sedangkan bagi Nat, praha adalah kota tua menyedihkan dan jorok! Mereka ga bisa diam sedikitpun, bertengkar seperti sepasang suami istri yang telah hidup bersama ratusan tahun lamanya huiks saya hiperbolis

Tapi Nat dan Barty disini bukan hanya untuk Bulan Madu saja lo, mereka harus menghadapi pembunuh bayaran dan para penjaga Praha yang berusaha menghalangi mereka untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai Golem, salah satu mata – mata terbaik Inggris terbunuh pada kejadian tersebut.

Dari praha Nat kembali ke Inggris, untuk kemudian disibkkan tidak hanya oleh golem tapi juga ditemukannya jejak Kitty, cewek pimpinan resistance yang umurnya ga beda jauh sama Nat. Dari dulu Nat tertarik sama cewek satu ini, sampai sekarangpun masih. Oyo, Point of view Kitty juga banyak tersebar di buku ini,kebanyakan bercerita awal mula ia bergabung di resistance, membuat saya bosan, kecuali bagian pencurian di makam Gladstone yang pembangunkan si Afrit Honorius tentunya. nantinya Kitty berperan besar dalam pelenyapan si Golem yang Imut entah, dalam bayangan saya Golem tu asemar raksasa yang terbuat dari tanah liat yang bisa jalan.

Wow, nulisnya udah kebanyakan wis intine wae:

  • Q suka bab pertama waktu si barty nascissnya ga ketulungan
  • Q suka ketika barty harus menyampaikan laporan pertamanya di depan para pembesar kerajaan, Nat nyebut si barty “Budak” berley bgt ga sie?! dan tengok apa kata Barty pada Mr. thallow bosnya Nat yang warnanya kuning :

The panther swished its tail. “Hey, we’ve all got problems, chum. I’m overly talkative. You look like a field of buttercups in a suit .”

pleeease…”a field of buttercups in a suit”, that djinn is sooo adorable!

  • Waktu si Thallow ditelan sama Jin yang dia panggil, sangaat memuaskan!
  • Akhirnya, cara Stroud menutup cerita, seperti buku ke satunya, dramatis abis..just love it, andaina terbit sebelum harry potter…
  • Bartimaeus ; the Golem Eye : Worth Buying

demikian terima kasih

bolabunder cinta bartimaeus

One thought on “The Golem’s Eye – yang kedua dari Trilogi Hebat Bartimaeus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s