Ptolemy’s Gate – yang terhebat dari Trilogi Hebat Bartimaeus

Saya ga tau mau nulis apa terlalu banyak yang pingin saya ceritakan tentang Ptolemy’s Gate, yang saya ingat tentang buku ini adalah bahwa buku ini huff…Saya ingat waktu itu jam dua malam, baru saja tertidur setelah sebelumnya nonton film bareng adek-adek kos saya yang kebetulan malam itu sedang merayakan libur sehari ujian. Lampu kamar udah mati, tiba tiba saya terbangun sambil gelagapan, sementara mengumpulkan nyawa saya bertanya tanya, apa yang membangunkan saya? ?

Oey, setelah nyawa sedikit terkumpul, saya mendengar pintu kamar saya digedor – gedor, tak lama terdengar suara Kyong adek kos saya yang pinter ip-nya 3,7 menanyakan dengan suara bergetar karena passion yang ditahan-tahan apakah saya masih bangun, karena ngantuk saya diam saja biar dianggap tidur.

Keesokan harinya, saya sedang mematut diri didepan cermin, pintu kamar digedor lagi dan suara Kyong terdengar lagi. Saya buka pintunya, “Apa Kyong” dan kata yang pertama keluar sebagai jawabnya adalah “Bartimaeus”

Yup yang dimaksud Kyong adalah Bartimaeus ketiga, Ptolemy gate. dan begitulah dia nyerocos dengan ceriwisnya di belakang saya sementara saya masih asik bercermin, katanya dia ga bisa tidur nyenyak, kepikiran akhir ceritanya, sebel karena ga ada yang bisa diajak bercerita, saya sudah tidur, dan M3 teman – temannya ngga ada yang aktif.

Kyong tambah sebel lagi ketika saya menyetopnya untuk bercerita, saya ga mau dengar sebelum membaca sendiri. Dan begitulah saya membawa buku itu ke kantor, membaca sepanjang hari kebetulan hari itu pekerjaan saya hanya mengawas, Saat-saat membaca itulah terdapat detik – detik tertentu dimana saya tergelak – gelak dengan tingkah Nat dan Barty dalam lakon Love-hate relation mereka atau terheran -heran dengan perubahan Nat yang saat ini digambarkan sebagai remaja 17 tahun yang tampan dan sopan, menteri penerangan termuda sepanjang sejarah, idola para wanita yang mulai deg-degan ketika mencium bau parfum koleganya, Jane Farrar. Lalu juga ber – imagine with an awe dan saya benar – benar ber “oww..so sweet” ria baik ketika Nat mengakui meski tidak didepan barty bahwa Barty adalah agen terbaiknya maupun ketika Nat mengirimkan Barty kembali ke dunia lain untuk menyelamatkan rohnya. Lalu juga ada kitty yang cantik dan tangguh, yang saya rasa berhasil mencuri hati Nat.

Se – seru serunya sebuah kisah, ending-nyalah yang menentukan baik dan buruknya. Dan ending trilogi Bartimaeus yang di tulis oleh Jonathan Stroud benar – benar luar biasa mencegangkan. Apa yang terjadi pada Nat, pada Kitty dan pada Barty adalah sesuatu yang sama sekali tidak saya di duga. Akhir kisah nya sanggup membangkitkan sisi-sisi emosional yang membacanya, ada sedikit bagian dari diri saya yang menyayangkan akhir kisah tersebut, tapi sebagian lainnya tau, itulah yang terbaik yang bisa terjadi.

Akhir kisah itulah yang membuat Novel ini menjadi fenomenal di mata saya, yang serta merta membuat Nat, Barty dan Kitty berhasil menggeser kedudukan Harry Potter dkk di hati saya. Akhir seperti ini pernah hampir dipilih JK. Rowling untuk mengakhiri Ketujuh Potter, tapi entah karena alasan apa J.K. membatalkannya. Seandainya yuk berandai – andai J.K berani melakukan hal yang sama seperti yang Stroud lakukan, mungkin Harry Potter tak ada yang mengalahkan….

kesimpulan:


Trilogi Bartimaeus: Ptolemy Gate : a must have

Love

Bolabunder

7 thoughts on “Ptolemy’s Gate – yang terhebat dari Trilogi Hebat Bartimaeus

  1. tralalatrilili says:

    mbakyu bolabunder…
    whuaa…jadi tergoda bwt ngebaca buku niyh..
    mnurutmu ngerjain skrip sm baca trilogi yg kau tulis&cinta penting manah? retoriss;p
    jadi, sgera kirim saja buku yg kau bilang menggeser hp ke jogjaa…pake pos kilat klo bisaa,,,hahaha:D

  2. Hehehehe…. akhirnya selesai juga baca buku ke-2.. Baru KEDUA! Huhuhu… kecewa nih pas ngelihat ada comment di artikel mbak yang berupa SPOILER buku ke-3…. Huaaaaa :(( nangis…. Gapapa, saia juga udah ngira kayak gitu…

    Segera saia lahap buku ketiganya!

  3. Udah gw baca nih buku, udah lama. Dan hasilnya….. FOUR THUMBS UP!! Plus jari kaki!!

    Mantap abis lah buku terakhir ini, meskipun ga puas dengan endingnya (kenapa Nat Harus mati?), tapi isinya lebih ‘padat’ dari pada buku2 sebelumnya.

  4. kyong says:

    jadi pengen baca lagi lagi lagi lagi…. endingnya kereeeen

    bdw,emang aku sehebring itu apa? kayaknya dulu kalem2 aja.. *griiiin*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s