Archive for April, 2008

p.s. I love You

Woro – woro, saya tidak menangis saat membaca novel ini, Okee!! Tapi iya sih sooo sweet :(

hiks..saya pura2 nangisharusnya saya nulis Magyk nih..
Bukunya sendiri sih mangkrak tak tersentuh selama satu minggu, plastiknya juga belum dibuka. Baru kemarin setelah magrib saya ada tenaga untuk membukanya, awalnya cuma iseng saja, -ga sopan membiarkan buku tergeletak tak berguna begitu – dan hasilnya, jam 03.06 WIB -diselingi acara makan malam dan nonton simon-  khatam dibaca. Saiya tidak bisa tidak menyelesaikannya, bisa  kena insomnia gara – gara penasaran!

Dari ilustrasi diatas tau dunk kesimpulannya, buku ini bagoeeeees.
bikin banyak kata “Owww” keluar dari pita suara saya , -ko saya bisa baca buku beginian?? Bikin mata berkaca – kaca -, tapi saya ndak nangis!pokokke ndak nangis, sweeer!
Yang unik cerita ini  setting -nya di Dublin, Irlandia. Jarang banget tuh cerita yang ber-setting di sana! Selama ini hanya ada satu cerita lain bersetting Irlandia yang yang pernah saya baca. Kisah fenomenal juga, usianya sudah lebih dari 100 th,  Judulnya Jane Eyre, kutu-kutu buku pasti tau kan??

Novel ini dengan bangga saya rekomendasikan kepada para pencari cinta sejati, cocok banget di baca oleh kalian – kalian yang terpaksa berjauhan dan kalian – kalian yang tidak tahu bagaimana cara menangani seorang sahabat yang sedang berduka.

saya ngga mau cerita isinya. Toh kalian pasti sudah tau, terkenal kan! tapi ada beberapa fakta yang saya ingin ungkapkan:

buat yang tidak suka spoiler sebaiknya menyingkir jauh – jauh!

saya sudah ingatkan lo yak!

hush hush

Saya happy dengan endingnya, dimana Holly tidak jadi jadian sama Daniel!

LOL!!

Selama membaca perasaan saya terombang ambing -weleh-, satu sisi pinginnya Holly terikat sama Gerry terus, meskipun Gerry sudah meninggal,  Garry kan so sweet. Di sisi lain saya pingin melihat Holly akhirnya bisa lepas dari bayangan Gerry -  saya tidak yakin ingin hal ini benar – benar terjadi- dan pliis jangan Daniel!!

Soo,  ketika endingnya tiba, saya lega, huh ha!hahaha. Penyelesaian yang baik sekali dari Cecelia, bukan dgn  smash tapi loop panjang dengan dengan akurasi seorang pemain pro! so smooth dan ngga maksa. Pas untuk menyudahi those complicated feeling of mine.

Kenanglah kenangan manis kita bersama, tapi jangan takut untuk menciptakan kenangan baru.

bolabunder

p.s. I love You

    1. Comments (2) »

      Pijit Pijit…

      Pembaca yang budiman…

      Taukah anda apa itu kenikmatan dunia yang bisa terjadi ketika leher kaku gara – gara salah posisi saat tidur??

      tau kan?

      iyuks, liat ajah judulnya, Pijit pijit…

      dan itulah yang terjadi pada saya kemarin, leher kaku, bediri ga nyaman, buat tidurpun sakit. Saya sudah berusaha mengurangi pegalnya dengan menelengkan kepala ke kanan dan ke kiri, not work! malah tambah – tambah pegelnya.

      So ketika pulang kantor sore harinya, saya punya 2 pilihan untuk meredakan pegel2 leher ini.

      1. creambath di salon yang langsung saya coret berhubung sudah mau magrib, dan untuk nunggu sampai akhir pekan resanya ga sanggup lagi!
      2. nyariin My honey bun cutie pie n minta pijit gratis

      Taulah yang saya pilih, ga lama saya sudah duduk di depan My Hon ini, and believe it or not dalam satu pijatan yang membuat saya ber ADHOuW and udah udah! pegelnya ilang! Ajaib!

      Saya jadi tambah cinta ma jari jari si honey ni. Kalo dulu saya suka mandangin gara2 jarinya berbentuk unik, pendek imut imut sekarang tambah suka coz jari2 tersebut manteb banget kalo dipakai mijit. Beruntunglah siapapun yang kelak dapat memiliki Jari-jari tersebut….

      Ngomong – ngomong soal pijat memijat, nih ada beberapa tempat yang layak dipijit ketika pegel – pegel ataupun terserang migrain :

      Kita mulai dari Kaki, yang layak dipijat adalah:

      1. bagian samping telapak kaki, itu loh yang suka dipake untuk nendang bola. Terutama yang bagian dalam.
      2. Jempol kaki bagian samping
      3. Telapak kaki bagian lengkungannya, yang ga menapak tanah ketika berjalan.

      Untuk bagian tangan:

      1. di sela sela jari telunjuk dengan jempol
      2. lengan bagian dalam, kira2 jaraknya setengah jengkal di bawah siku. bagian dalam itu yang warna kulitnya lebih cerah
      3. Tengah tengah telapak tangan bagian dalam.

      Di Bagian pundak, Leher dan kepala

      1. Di pertemuan antara tulang punggung n tulang leher, ini ni yang paling manjur untuk migrain, cuma wajib diingat, harus ada orang lain yang memijat anda. posisi tangan pemijit seperti posisi ngangkat anak kucing di leher gituh
      2. di titik positif, yaitu diantara dua tonjolan di dahi, sedikit diatas pertemuan alis.

      itu dia, semoga ga salah n bikin sakit anda tambah parah

      bolabunder ga bisa ngelingker

      pegel!

      Comments (5) »

      Persahabatan adalah kepompong

      Dulu kita sahabat
      Teman begitu hangat
      Mengalahkan sinar mentari
      Dulu kita sahabat
      Berteman bagai ulat, berharap jadi kupu-kupu

      Kini kita berjalan berjauh-jauhan
      Kau jauhi diriku karena sesuatu
      Mungkin kuterlalu bertingkah kejauhan
      Namun itu karena kusayang

      Persahabatan bagai kepompong
      Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
      Persahabatan bagai kepompong
      Hal yang tak mudah berubah jadi indah
      Persahabatan bagai kepompong
      Maklumi teman Hadapi perbedaan
      Persahabatan bagai kepompong
      na..na..na..na..na..na

      by sindentosca

      Read the rest of this entry »

      Comments (4) »

      YOU: The Owner Manual

      YOU: The Owner Manual karya mahmet Oz dan michael Roizen. Sesuai dengan bukunya, buku ini memuat manual atau pedoman bagi seorang pemilik untuk mengoperasikan secara optimal segala macam perkakas yang mereka miliki, yang kebetulan juga dimiliki oleh kebanyakan orang di seluruh dunia.

      sorry, ini edisi luar negerinya

      sorry guys, saya nampilinnya cover edisi Inggris nya, yang cover versi Indo- nya ga ketemu. Yang jelas kalo kalian ke Gramedia, cukup melangkah ke arah rak buku kedokteran, warnanya ijo, dengan ilustrasi buku – buku yang ditumpuk, mayan tebel. Kalo Mata ternyata ga bisa geliat buku nyelip, langsung nanya mbak – mbak atawa mas mas-nya juga di perbolehkan, jangan lupa senyum n bilang terima kasih!.

      Buku ini dibagi jadi 12 bab, yang masing masing bab merupakan manual untuk menjalankan perkakas tertentu, mulai dari jantung, syaraf, sistem pencernaan, sistem pernafasan,reproduksi hormon, dll

      Serunya, ga kayak buku pelajaran anak – anak kedokteran, buku ini disusun dengan gaya bahasa yang santai, cerdas, menggelitik dan kadang sarkastik, dilengkapi dengan ilustrasi berantakan yang herannya sangat informatif. Setiap bab dibagi menjadi tiga bagian, yang pertama menerangkan tentang cara kerja suatu sistem, yang kedua menerangkan masalah – masalah yang bisa terjadi, dan yang ketiga adalah bagian yang memuat rencana hidup awet muda anda.

      Di setiap sudutnya juga terselip balon – balon sisipan yang mencoba mengurai mitos – mitos dalam kehidupan yang fana ini. Misalnya dari mitos ‘memencet jerawat bikin cepat sembuh, trus juga dukungan untuk para ibu yang selalu meneriakkan “cuci tanganmu sebelum makan!”

      Dia awal buku ada beberapa halaman ujian, penuh soal – soal yang berbau kesehatan. Kita disuruh mengerjakan itu dulu untuk mengetahui tingkat kecerdasan kita dalam hal perkakas tubuh. Hasil nya kita bisa termasuk dalam salah satu kelompok yang mereka tentukan.

      yang pertama adalah kelompok para ahli kesehatan

      yang kedua adalah kelompok orang yang concern dengan kesehatan

      yang ketiga adalah kelompok orang awam

      dan yang keempat adalah kelompok ‘anda ini kadal atau apa?’

      Yang saya cintai adalah cara bagaimana buku ini meyakinkan saya bahwa kesehatan adalah hal utama yang harus saya perhatikan bila ingin hidup awet muda dan bahagia dan betapa organ – organ tubuh itu adalah sebenar – benarnya mahakarya . Setelah membaca buku ini, sesaat saya menunduk menatap badan saya sendiri dan berkata “Hai Jantung, Paru paru, ginjal, kalian yang di dalam sana , gimana kabarnya? nyamankah bekerja atau kesakitan? Untuk pertama kalinya saya menyadari betapa berat kerja mereka untuk saya, dan betapa organ itu sangat berharga. Dari situlah akhirnya tumbuh rasa sayang dan syukur di dalam diri saya.

      Yang saya cintai kedua adalah karena saya menemukan bahwa buku ini tidak menggurui, tapi menuntun menuju kesadaran pribadi. Dengan demikian, tanpa ragu ataupun terpaksa saya mengikuti langkah – langkah yang disarankan. Tekad saya bulat, semuanya demi diri saya sendiri. Sekarang kalau saya jadi pemilih makanan, atau mengharuskan makan sesuatu,atau ikut olahraga ini itu, bukan karena ingin terlihat lebih ramping atau lebih menarik, tapi agar saya sehat. Kalupun nantinya saya jadi terlihat lebih ramping, ya itulah bonusnya…

      *kesimpulan:

      YOU: The Owner Manual : a must Have

      salam sehat

      bolabunder

      Leave a comment »

      Tantangan Sang Naga – Perusak Dongeng yang Saya Suka

      Adakah yang memiliki buku ini?

      Well well saya yakin jumlah yang ngaku punya bisa saya hitung dengan jari sebelah tangan saya. Yo iya o, wong bukunya sama sekali ngga best seller, wong saya nemunya nggak sengaja di bagian diskon gramedia Blok M niatnya nyari Laskar Pelangi, tapi habis wee, yang untuk mencapainya harus berbecek becek. Meskipun demikian saya merasa beruntung menemukan buku ini, sudah hampir setahun saya caRI di gramedia sini sana, ngga ada yang masih punya stoknya.

      Maaf belum bisa menampilkan gambarnya, saya googling ga ada yang muncul. Itu buku malang banget nasipnya . Yang jelas Tantangan Sang Naga sampulnya warna hijau, penerbitnya Kaifa, Pengarangnya Patricia, termasuk dalam seri ‘Kisah – Kisah di Hutan Pesona’, sampulnya gambar naga dan Sang Putri Cimonere. Biarpun Nggak best Seller, dan harganya cuma 20 rebu, buku ini adalah salah satu buku yang paling berharga yang saya miliki. Dan saya bangga memilikinya!.

      Ceritanya??

      Once Upon a time di kerajaan bla bla bla lupa ee hiduplah seorang putri bernama Cimonere. Putri ini lain dari biasanya, dia lebih suka belajar seni bermain pedang dan sihir dibanding seni jenis lain, misalnya seni menjerit apabila diculik oleh naga jahat, atau ekspresi terkejut ketika seorang pangeran membangunkanmu dari tidur panjang dengan memberi kecupan dan cara mengucapkan pertanyaan, ‘Siapa Kau, dimana aku?”

      Untuk mengatasi kenakalannya, sebuah perjodohan telah direncanakan, tapi namanya juga Cimonere, dia memilih untuk melarikan diri ke sarang para naga, dan menawarkan diri untuk menjadi pelayan mereka, suatu hal yang aneh karena dilakukan untuk menghindari pernikahan. Soalnya di Jaman Cimonere Hidup, pangeran yang berubah jadi kodok itu ketinggalan jaman, dan peristiwa penculikan putri oleh naga memang sedang nge-trend , tapi bukan untuk menghindari pernikahan. Raja – Raja mengijinkan putrinya di culik karena mereka sudah dewasa tapi belum ada yang melamar, Jadi perlu di culik oleh naga untuk menaikkan popularitas mereka.

      Disingkat lah ceritanya, si Cimonere ini akhirnya diterima menjadi pelayan Kazul, salah satu naga bersisik Hijau yang tinggal di Pegunungan Pagi. Tugas pertamanya adalah menyiapkan makanan puding saus cokelat satu ember dan merapikan lemari penyimpanan harta milik Kazul yang berantakaaaaan banget. Disamping itu Cimonere juga sibuk mengusir Pangeran – Pangeran yang memaksa menyelamatkannya.

      Suatu hari ketika Terandil, mantan bakal calon suaminya, datang ingin menyelamatkannya untuk kedua kalinya (saat pertama Terandil membatalkan niat karena baru ada delapan pangeran yang datang ingin menyelamatkan cimonere, menurut Terandil jumlah itu belum cukup banyak) dengan bodohnya mereka membuka botol berisi Jin, dan mereka diancam dibunuh…lalu bagaimana kelanjutannya? saya males ah nulisnya, yang mau pinjam boleh bilang sama saya.

      Pokoknya, bukunya bagus, para pemimpi wajib memiliki satu, penyihir – penyihir yang jorok juga harus punya, biar kalian ngerti bahwa kebersihan itu memang penting sekali bagi keselamatan jiwa raga kita. Contohlah Morwen, si penyihir yang cinta kebersihan. Buat para pembenci penyihir, jangan lupa air sabunnya ditambah perasan jeruk lemon….

      Salam sayang,

      bolabunder

      Comments (2) »

      3 p.m

      Howdy people,

      3 p.m.

      masih dua jam sampai pulang noooo!

      masih dua hari sampai libur big NOOOOOOOOOOOOOO!

      aku belum nulis review lagi,

      ada beberapa sebenere, mulai dari laskar pelangi dkk sampe Magyk

      ada yang mo request review ga?

      binun mo nulis yang mana dulu

      akhirnya malah gajah mada yang duluan, tapi memang itu buku Oke

      Sayang belum dapet yang terakhir.

      BTw STNK saya ilang, dasar ceroboh!!!!

      Mo jalan – jalan ah habis ini…

      BTW lagi Sims Life Story tuh ga Oke, medingan Sim2 kemana mana yak..

      trus kenapa kemaren ga ada traveller???

      Bye buddy,

      Bolabunder

      Comments (1) »

      Gajah Mada – Buku satoe Langit

      Apa kata saya soal Gajah Mada?? Terlepas dari banyaknya kritik para sejarahwan dan budayawan dan -wan -wan lainnya yang terlontar mengenai valid tidaknya fakta – fakta yang terpapar dalam buku ini, untuk saya ini adalah buku yang layak untuk dibaca.  Buku satu dari kelima buku Gajah Mada ini bercerita mengenai peristiwa pemberontakan Ra Kuti dan para Dharmaputera Winehsuka kepada sang Prabu Jayanegara. Diawali dengan munculnya pria bertopeng bersandi Bagaskara Manjer Kawuryan di hadapan Gajahmada, yang mengungkapkan sebuah rencana makar melibatkan pasukan segelar sepapan dan para Rakrian Dharmaputra dengan Ra kuti sebagai pimpinannya, Gajah mada, sang pemimpin Bhayangkara bahu membahu dengan pasukannya menyelamatkan sang prabu Jayanegara sekaligus menumpas para pemberontak Majapahit.

      Banyak bahaya yang harus mereka lalui di dalam pelarian mereka, belum lagi adanya ancaman dari telik sandi musuh yang menyusup ke dalam tubuh pasukan Bhayangkara. Satu diantara dua telik sandi itu berhasil dibunuh oleh Gajah Mada dalam pelarian keluar dari Istana Majapahit, ketika kedaton tersebut jatuh di tangan Ra Kuti, namun satu lagi tetap menjadi duri dalam daging pasukan Bhayangkara, yang terbukti dapat menghancurkan mereka setiap saat.

      Ditengah minimnya sumber sejarah yang berceritera mengenai peristiwa pemberontakan Rakrian Kuti kepada Jayanegara, Langit Kresna Hariadi mampu menceritakan kembali peristiwa – peristiwa yang terjadi kala itu dengan gamblang, cerdas, mudah diterima oleh kita-kita di jaman ini, seakan – akan demikianlah yang benar -benar terjadi di masa sang bekel Gajah Mada itu hidup dan berkarya. Dengan imajenasinya briliant -nya mulai dari nama – nama pelaku yang aneh sampai detail peristiwa, Ia berhasil menerangi ruang- ruang gelap tanpa kejelasan fakta, dan menjadikannya ceritera mempesona. Selama membaca saya mencatat ada beberapa kata yang sering diulang ulang, yaitu perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan, ga papa sie, cuma sekedar mencatat saja.

      Membaca Gajah Mada membuat saya seakan mengunjungi ke masa lalu. Masa sebelum Majapahit berjaya, ketika majapahit masih berupa kerajaan biasa tanpa kuasa . Ada perasaan aneh menyelusup ketika saya membaca buku ini, aneh karena saya jadi sadar , di suatu masa jauh sebelum negara ini ada, di tanah yang sama, seluruh peristiwa dalam buku ini pernah terjadi. Gajah mada benar benar ada, demikian pula dengan Bhayangkara nya, dan mereka benar – benar berjuang mempertahankan negaranya, tanpa mereka tau atau awas, bahwa suatu hari nanti negara itu akan tumbuh sedemikian besar dan mereka akan menjadi legenda karenanya.

      saya ingin tau bagaimana perasaan mereka kalau mereka tau…tapi mereka tidak pernah tau!

      Dan saya bertanya tanya, apakah Negara kita saat ini, yang dengan bangga menyatakan diri sebagai keturunan Majapahit yang perkasa, akan mencapai Kebesaran Majapahit dan dikenang sebagai legenda yang membanggakan oleh anak cucu kita ribuan tahun mendatang? Sama seperti kita bangga memiliki Gajah mada sebagai Pendahulu kita?

      Kesimpulan: *bagus banget, worth buying, cuma mahal ‘n banyak, keluarnya hampir barengan lagi huh!

      Salam Bolabunder bersungut sungut

      Comments (1) »

      Stardust – Serbuk Bintang, bargggh!!

      Dongeng untuk orang dewasa, itulah kata-kata yang memikat hati saya untuk memiliki novel Stardust – Serbuk Bintang. Saya penasaran kenapa novel ini disebut seperti itu.
      Dongeng Neil Gaiman kali ini bermula dari suatu desa di pedalaman Inggris. Desa tersebut adalah desa yang luar biasa, bukan hanya karena dikelilingi tembok tinggi, tetapi juga karena di balik rimbunnya hutan yang terletak di sebelah desa, tersembunyi negeri para peri yang terlarang untuk dikunjungi.

      Interaksi para peri dan manusia hanya terjadi sembilan tahun sekali, yaitu pada festival di padang yang memisahkan desa tembok dan hutan para peri. Pada festival inilah seorang putra petani, Dunstan Thorn (kelak menjadi ayah dari Tristan Thorn) terpikat oleh seorang gadis penjual bunga kristal.

      Kisah cinta Dunstan Thorn dan gadis penjual bunga kristal berakhir seiring dengan berakhirnya festival. Namun akhir kisah cinta tersebut berujung pada kisah cinta lain, yang masih panjang dan penuh petualangan. Kisah cinta kedua tersebut adalah kisah cinta milik Tristan Thorn, pujaan hatinya Victoria Forrester, dan sebuah (atau seorang?) bintang jatuh…

      Novel ini dikatakan sebagai dongeng karena di dalamnya Neil Gaiman menulis tentang pemuda di negeri yang jauh, Putri yang cantik, sihir, peri, hutan gaib, perjalanan penuh petualangan, pertarungan antara baik dan buruk, Raja, Ratu, cinta sejati dan bahagia selamanya. Khas impian anak-anak di masa kecil.

      Kenapa dikatakan untuk dewasa? Saya tidak tau pasti alasan yang tepat. Mungkin karena sebelum limapuluh halaman pertama kita bisa menemukan adegan yang cukup membuat jantung anak manis berdebar:) Mungkin karena di dalamnya terdapat pembunuhan-pembunuhan keji karena perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh kakak kepada adiknya, atas perintah sang ayah. Mungkin karena konspirasi-konspirasi jahat demi mendapatkan sang bintang jatuh. Mungkin juga karena ketiga-tiganya.

      Penilaian saya? Saya suka kisah ini, cukup menarik sebenarnya untuk membuat saya mengucapkan ‘WOW’ (sejak kapan kisah Gaiman tidak menarik?) Tapi setertarik-tertariknya saya akan kisah dongeng untuk dewasa ini, saya menyerah untuk membaca ‘Stardust-serbuk bintang ‘ sepenuh hati pada halaman 86, belum genap separuh halaman. Sisanya saya hanya bolak-balik halaman. Istilahnya membaca cepat, langsung ke bab terakhir. Untuk membolak-balik halaman itu pun perlu perjuangan loh! Inginnya sih saya tutup saja, lempar dan saya tinggal tidur. Lalu bagaimana saya tau detailnya? Ya, kan ada versi Bahasa Inggrisnya.

      Ada apa dengan versi Indonesianya?

      Begini, setelah saya membaca versi Inggrisnya, saya menyadari bahwa Gaiman tidak memakai vocabulary yang ‘biasa’ (‘biasa’ itu seperti yang dipakai J.K. Rowling) kata-katanya khas dongeng jaman dulu (model Grimm or Anderson), membuat saya sering membuka kamus (ketauan deh ngga gape’). Nah, di Indonesia juga begitu, sang penerjemah berusaha menerjemahkannya dengan bahasa yang sedikit ‘klasik’ tapi tidak seperti Gaiman yang dengan penggunaan kata-kata klasik itu membuat saya merasa kisahnya lebih kuat (dan romantis), kata-kata dalam ‘Stardust’ membuat saya susah mengikuti alur cerita, dan akhirnya ya itu tadi, saya tinggal tidur. Saya sudah googling untuk mencari info penerjemah Stardust, ternyata salah satu situs yang saya temukan menyebutkan penerjemah stardust sebagai salah satu penerjemah terbaik Indonesia. Jadi berpikir, ‘wah, apa perasaan saya saja yak?!’ gmn menurut anda anda?

      Jadi kesimpulannya:


      *Stardust by Neil Gaiman = Good

      *Stardust – Serbuk Bintang = Not worth buying

      salam

      bolabunder melingker lingker

      Comments (3) »

      Ptolemy’s Gate – yang terhebat dari Trilogi Hebat Bartimaeus

      Saya ga tau mau nulis apa terlalu banyak yang pingin saya ceritakan tentang Ptolemy’s Gate, yang saya ingat tentang buku ini adalah bahwa buku ini huff…Saya ingat waktu itu jam dua malam, baru saja tertidur setelah sebelumnya nonton film bareng adek-adek kos saya yang kebetulan malam itu sedang merayakan libur sehari ujian. Lampu kamar udah mati, tiba tiba saya terbangun *apa arti imbuhan ter- pada kata terbangun? sambil gelagapan, dan mengumpulkan nyawa saya bertanya tanya, apa yang membangunkan saya? Oey, setelah nyawa sedikit terkumpul, saya mendengar pintu kamar saya digedor – gedor, tak lama terdengar suara Kyong adek kos saya yang pinter ip-nya 3,7 menanyakan dengan suara bergetar karena passion yang ditahan-tahan apakah saya masih bangun, karena ngantuk saya diam saja biar dianggap tidur.

      Keesokan harinya, saya sedang mematut diri didepan cermin, pintu kamar digedor lagi dan suara Kyong terdengar lagi. Saya buka pintunya, “Apa Kyong” dan kata yang pertama keluar sebagai jawabnya adalah “Bartimaeus”

      Yup yang dimaksud Kyong adalah Bartimaeus ketiga, Ptolemy gate. dan begitulah dia nyerocos dengan ceriwisnya di belakang saya sementara saya masih asik bercermin, katanya dia ga bisa tidur nyenyak, kepikiran akhir ceritanya, sebel karena ga ada yang bisa diajak bercerita, saya sudah tidur, dan M3 teman – temannya ngga ada yang aktif.

      Kyong tambah sebel lagi ketika saya menyetopnya untuk bercerita, saya ga mau dengar sebelum membaca sendiri. Dan begitulah saya membawa buku itu ke kantor, membaca sepanjang hari kebetulan hari itu pekerjaan saya hanya mengawas, Saat-saat membaca itulah terdapat detik – detik tertentu dimana saya tergelak – gelak dengan tingkah Nat dan Barty dalam lakon Love-hate relation mereka atau terheran -heran dengan perubahan Nat yang saat ini digambarkan sebagai remaja 17 tahun yang tampan dan sopan, menteri penerangan termuda sepanjang sejarah, idola para wanita yang mulai deg-degan ketika mencium bau parfum koleganya, Jane Farrar. Lalu juga ber – imagine with an awe dan saya benar – benar ber “oww..so sweet” ria baik ketika Nat mengakui meski tidak didepan barty bahwa Barty adalah agen terbaiknya maupun ketika Nat mengirimkan Barty kembali ke dunia lain untuk menyelamatkan rohnya. Lalu juga ada kitty yang cantik dan tangguh, yang saya rasa berhasil mencuri hati Nat.

      Se – seru serunya sebuah kisah, ending-nyalah yang menentukan baik dan buruknya. Dan ending trilogi Bartimaeus yang di tulis oleh Jonathan Stroud benar – benar luar biasa mencegangkan. Apa yang terjadi pada Nat, pada Kitty dan pada Barty adalah sesuatu yang sama sekali tidak saya di duga. Akhir kisah nya sanggup membangkitkan sisi-sisi emosional yang membacanya, ada sedikit bagian dari diri saya yang menyayangkan akhir kisah tersebut, tapi sebagian lainnya tau, itulah yang terbaik yang bisa terjadi.

      Akhir kisah itulah yang membuat Novel ini menjadi fenomenal di mata saya, yang serta merta membuat Nat, Barty dan Kitty berhasil menggeser kedudukan Harry Potter dkk di hati saya. Akhir seperti ini pernah hampir dipilih JK. Rowling untuk mengakhiri Ketujuh Potter, tapi entah karena alasan apa J.K. membatalkannya. Seandainya yuk berandai – andai J.K berani melakukan hal yang sama seperti yang Stroud lakukan, mungkin Harry Potter tak ada yang mengalahkan….

      kesimpulan:

      ini dia buku hebat*

      Trilogi Bartimaeus: Ptolemy Gate : a must have

      Love

      Bolabunder

      Comments (5) »

      The Golem’s Eye – yang kedua dari Trilogi Hebat Bartimaeus

      The Golem’s Eye Ini buku kedua, lagi-lagi salut pertama teruntuk disigner sampul yang keren. Sebagai pemberitahuan awal saja, kebo biru aneh yang dengan pedenya nampang di cover itu bukan si Golem tapi Barty yang lagi niat untuk tampil gagah perkasa entah kenapa sampai sekarang saya tetap membayangkan barty sebagai sosok kurus kering ceking , dan batu lonjong yang dibawanya itu adalah mata golem yang sebenar – benarnya.

      kebo biru si Barty Jadi apakah itu mata golem? di buku ini , golem pertama kali disebutkan di bab Prologue: Prague, 1868, atau dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar berarti Prolog: Praha 1869. Yep buku ini memang diawali dengan prolog Si Barty mengenai perang besar mempertahankan Praha dari serangan Inggris pada tahun 1868. Saat itu Barty berjuang di pihak Praha, melawan pasukan Inggris yang dipimpin oleh William Gladstone, penyihir terhebat sepanjang sejarah, pahlawan kerajaan Inggris yang konon memiliki satu – satunya tongkat berkekuatan sihir luar biasa. kebanyakan tongkat sihir lainya adalah, mengutip kata-kata barty, aksesori yang dibuat untuk kesenangan para penyihir, sama halnya dengan segala macam batu yang di sebut philosopher stone, atau dalam US Inggris disebut sorcerers stone atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan batu bertuah . Nah, di Bab pertama ini saya sudah dibikin terkikik – kikik geli dengan kekonyolan si Barty yang narcissnya ngga ketulungan, yang ternyata memang hanya sekedar narciss..lah pokoknya gituh!

      Golem muncul lagi untuk kedua kalinya secara tersurat karena belum ada yang tau kalau itu Golem dalam bab ke tujuh kalo ga salah, dalam sudut pandang Simpkin, imp yang melayani Mr. Sholto Pinn. Dikisahkan saat itu muncul sebuah entitas besar yang diselubungi awan hitam yang merusak sederetan toko termasuk toko Mr. pinn yang tidak di kenali di plane manapun. Selanjutnya nama Golem akan muncul terus menerus dalam pembicaraan sepasang love birds kesayangan kita, Nat dan Barty.

      Apa Kabar Nathaniel? Well, little Nat yang jenius sekarang sudah berusia 14 tahun, dikenal semua orang sebagai Mr. John Mandrake, Penyihir termuda di Kementerian sihir yang menjabat sebagai Asisten Menteri Urusan Dalam Negeri. karier Natty di pemerintahan melesat dengan bantuan master barunya, Jess Whitwall dan sedikit nepotisme dari , tak kurang, Sang PM Inggris sendiri. Sekarang, Ia bertanggung jawab penuh atas perburuan terhadap gerombolan Resistance yang untuk Nat berarti tiga nama, Kitty, Stanley dan Fred, anak-anak jalanan yang mencuri cermin pengintai pertamanya. Nat sekarang lebih ambisius, dan tertekan. Selalu ingin terlihat hebat di mata PM untuk mempertahankan jabatannya, yah dengan jumlah orang sirik yang begitu banyak, apalagi yang bisa terjadi?? penampilannya juga berubah loh, nih ya deskripsinya menurut Stroud:

      By now, he was fourteen years old,
      taller by a head than when he had returned the Amulet of Samarkand to the
      protective custody of a grateful government; bulkier, too, but still lean-framed,
      with his dark hair hanging long and shaggy around his face after the fashion of the
      day. His face was thin and pale with long hours of study, but his eyes burned hot
      and bright; all his movements were characterized by a barely suppressed energy.

      dan menurut Barty yang meng – observasi segera setelah Ia dipanggil:

      I regarded him bleakly in my turn. His face still had the old pale and hungry look,
      or at least the bit I could see did, since half of it was curtained by a veritable
      mane of hair. I swear he hadn’t been within a mile of a pair of scissors since I’d
      last set eyes on him; his locks cascaded around his neck like a greasy black
      Niagra.
      As for the rest, he was less weedy than before, true, but he hadn’t so much
      gotten bulkier as been clumsily stretched. He looked as if some giant had grabbed
      his head and feet, yanked once, then gone off in disgust: his torso was narrow as
      a spindle, his arms and legs gangly and ill-fitting, his feet and hands quietly
      reminiscent of an ape’s.
      The gangly effect was heightened by his choice of clothes: a swanky suit, so tight
      it looked as if it had been painted on, a ridiculous long black coat, dagger-sharp
      shoes, and a flouncy handkerchief the size of a small tent hanging from his breast
      pocket. You could tell he thought he looked terribly dashing.

      Yep, barty memang kacau, tega, Gitu -gitu Nat fashionable tauk!

      Jadi, pekerjaan Barty dan Nat di buku ini adalah mengejar Golem dan menemukan siapa orang di belakang kemunculan si Golem. Saya ceritani yah:

      Bahwa golem itu adalah entitas sihir yang sifatnya berkebalikan dengan jin, Ia bisa menyerap kekuatan jin yang berada di dekatnya, makanya banyak teman Barty yang musnah. Golem hanya bisa dihentikan jika manuskrip sihir yang di letakkan dimulutnya diambil. Sedangkan Mata Golem yang menyerupai mata ketiga dewa Erlang di Sun Go Kong adalah benda yang digunakan penyihir untuk mengendalikan golem, kelak ketika seseorang berhasil mengambil manuskrip sihir di mulut golem, entitas itu akan berjalan kembali ke tuannya untuk mengembalikan matanya, sebelum ia sendiri musnah. Dengan cara itulah nantinya Nat bisa mengetahui master dari sang Golem.

      Nat ketiban tugas itu karena orang- orang di pemerintahan penyihir yang cuma bisa ongkang -ongkang dan menjatuhkan dakwaan seenaknya percaya bahwa hal ni adalah pekerjaan Rasistance, dan Rasistance adalah tanggung jawab Nat. Untuk menuntaskan misinya, Nat, ditemani dengan terpaksa oleh Barty pergi ke Praha, kampung halaman Golem. Disinilah Affection diantara Nat dan Barty itu terlihat dengan jelas.. Praha bagi Barty adalah kenangan masa lalu yang gemilang, ibu dari sihir di dunia. Sedangkan bagi Nat, praha adalah kota tua menyedihkan dan jorok! Mereka ga bisa diam sedikitpun, bertengkar seperti sepasang suami istri yang telah hidup bersama ratusan tahun lamanya huiks saya hiperbolis

      Tapi Nat dan Barty disini bukan hanya untuk Bulan Madu saja lo, mereka harus menghadapi pembunuh bayaran dan para penjaga Praha yang berusaha menghalangi mereka untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai Golem, salah satu mata – mata terbaik Inggris terbunuh pada kejadian tersebut.

      Dari praha Nat kembali ke Inggris, untuk kemudian disibkkan tidak hanya oleh golem tapi juga ditemukannya jejak Kitty, cewek pimpinan resistance yang umurnya ga beda jauh sama Nat. Dari dulu Nat tertarik sama cewek satu ini, sampai sekarangpun masih. Oyo, Point of view Kitty juga banyak tersebar di buku ini,kebanyakan bercerita awal mula ia bergabung di resistance, membuat saya bosan, kecuali bagian pencurian di makam Gladstone yang pembangunkan si Afrit Honorius tentunya. nantinya Kitty berperan besar dalam pelenyapan si Golem yang Imut entah, dalam bayangan saya Golem tu asemar raksasa yang terbuat dari tanah liat yang bisa jalan.

      Wow, nulisnya udah kebanyakan wis intine wae:

      • Q suka bab pertama waktu si barty nascissnya ga ketulungan
      • Q suka ketika barty harus menyampaikan laporan pertamanya di depan para pembesar kerajaan, Nat nyebut si barty “Budak” berley bgt ga sie?! dan tengok apa kata Barty pada Mr. thallow bosnya Nat yang warnanya kuning :

      The panther swished its tail. “Hey, we’ve all got problems, chum. I’m overly talkative. You look like a field of buttercups in a suit .”

      pleeease…”a field of buttercups in a suit”, that djinn is sooo adorable!

      • Waktu si Thallow ditelan sama Jin yang dia panggil, sangaat memuaskan!
      • Akhirnya, cara Stroud menutup cerita, seperti buku ke satunya, dramatis abis..just love it, andaina terbit sebelum harry potter…
      • Bartimaeus ; the Golem Eye : Worth Buying

      demikian terima kasih

      bolabunder cinta bartimaeus

      Leave a comment »